subscription

Tipe data String di mysql

Setelah kita mempelajari tipe data Numerik, kali ini kita akan belajar tipe data String, tipe data String adalah tipe data karakter atau huruf. Dalam mysql ada beberapa tipe data String yaitu CHAR, VARCHAR, BINARY, VARBINARY, TEXT dan BLOB.

Perbedaan dari masing-masing tipe data ini adalah ukuran, cara penyimpanan, dan dukungan case-sensitif (perbedaan huruf besar dan huruf kecil).

  • CHAR DAN VARCHAR
Untuk yang dibahas pertama adalah tipe data CHAR dan VARCHAR, format query nya sebagai berikut.

CHAR [(M)]
VARCHAR[(M)]

Dimana M adalah jumlah karakter yang akan dialokasikan oleh MYSQL. Misalkan nilai M=5, maka MYSQL menyediakan 5 karakter untuk kolom tersebut. Nilai maksimum M adalah 255 untuk CHAR, dan 65.535 karakter untuk VARCHAR, dan jika nilai M tidak dinyatakan maka nilainya M=1.

Query membuat tabel dengan tipe data CHAR dan VARCHAR.
Terlihat dari gambar diatas, bahwa kata "blackboard" dipotong karena ukuran data lebih besar dari kapasitas penampungannya, maka tinggal kata "black" yang dimasukkan ke tabel.


  • BINARY DAN VARBINARY
Sebenarnya antara tipe data BINARYdan VARBINARY dengan CHAR dan VARCHAR sama, tetapi yang membedakan hanya struktur penyimpanan dalam MYSQL. Jika sebelumnya CHAR dan VARCHAR tidak terlalu sensitif dengan huruf besar dan kecil, untuk BINARY dan VARBINARY berbeda, karena sangat sensitif dengan perbedaan huruf besar dan kecil, contohnya jika didalam tabel data, isi datanya adalah huruf kecil semua, sedangkan saat mengetik query dengan yang dicari adalah huruf besar, maka hasil nya tampilan datanya tidak akan muncul, karena dianggap data yang dicari tidak ada.

Untuk nilai Maksimal M dari BINARY dan VARBINARY sama dengan CHAR dan VARCHAR yaitu, BINARY adalah 255 dan VARBINARY adalah 65.535. Juga BINARY akan menyimpan data data dalam ukuran yang tetap, sedangkan VARBINARY akan berubah sesuai ukuran data (sama dengan CHAR dan VARCHAR).

Query untuk membuat tabel data BINARY dan VARBINARY.
Terlihat bahwa  ketika kita mencari data 'kursi' di tabel bin, maka muncul data tersebut, tetapi ketika kita mencari dengan 'KURSI', yang terjadi adalah muncul "Empty". Jadi intinya ini sangat berpengaruh antara huruf besar dan kecil.

  • TEXT

Tipe data ini adalah tipe data yang digunakan untuk menyimpan data string yang lebih besar, macam-macam tipe data text yaitu TINYTEXT, TEXT, MEDIUMTEXT, dan LONGTEXT. Jumlah karakter masing-masing tipe juga berbeda-beda, untuk TINYTEXT sebesar 255, TEXT sebesar 6.5535, MEDIUMTEXT sebesar 16.777.215, dan LONGTEXT sebesar 4.294.967.295. 

Query membuat tabel data TEXT
Terlihat bahwa tabel akan menyesuaikan dengan jumlah data, tanpa perlu mennetukan besar tabel. seperti di tipe data String.


  • BLOB
Adalah tipe data versi binary dari TEXT, jadi datanya akan disimpan dalam bit, tipe data ini juga sensitif dengan huruf besar dan huruf kecil, sama halnya dengan TEXT, tipe data BLOB juga terpecah menjadi beberapa tipe yaitu TINYBLOB, BLOB, MEDIUMBLOB, LONGBLOB.

Ukuran serta jangkauan BLOB sama dengan TEXT yaitu untuk TINYBLOB sebesar 255, BLOB sebesar 6.5535, MEDIUMBLOB sebesar 16.777.215, dan LONGBLOB sebesar 4.294.967.295. 

Tipe data BLOB karena sifatnya binary, sehingga dapat menyimpan data multimedia, seperti gambar dan musik di tabel MYSQL.

Query membuat tabel data BLOB.

Terlihat hampir sama dengan data TEXT.

Tipe data Numerik mysql

Kali ini kita akan belajar tentang data numerik (angka) di mysql, meliputi Integer, Fixed Point, dan Floating Point.


  • INTEGER
Integer adalah tipe data untuk angka bulat (1, 5, -33, 1400). Mysql menyediakan beberapa tipe data untuk integer, yang jangkauanya juga mempengaruhi ukuran tipe data tersebut.

contoh pembuatan tabel dengan deklarasi integer.


Lalu kita lihat tabel yang telah dibuat tadi.
Lalu coba kita masukkan data di tabel tersebut, untuk melihat perbedaanya.
bisa dilihat bahwa ada perbedaan antara isi data tetapi hal itu tidak akan merubah jumlah data, jadi itu perbedaanya hanya terletak pada ukuran tabel sebagai wadah data tersebut.


  • FIXED POINT
adalah tipe data untuk angka pecahan (desimal). dimana jumlah angka pecahan (angka dibelakang koma) sudah ditentukan dari awal. Format penuliasan query Fixed Point adalah:

DECIMAL [(M[,D])]  [UNSIGNED]  [ZEROFILL]
Contoh pembuatan tabel dengan deklarasi Fixed Point.
Lalu lihat tabel yang telah dibuat.
lalu coba masukkan beberapa data.
Lalu lihat isi data tersebut.
Terlihat perbedaanya juga terletak pada isi data dalam setiap tabel, jadi pembuatan tabel tergantung berapa digit dari data yang akan di isikan.


  • Floating Point

adalah tipe data yang mendefinisikan nilai suatu kolom dengan input yang berbeda-beda. Untuk Floating Point memiliki 2 type data yaitu Float dan Double, perbedaan nya disisi presisi (ketelitian pembulatan. Float menggunakan single-precision, sedangkan Double menggunakan Double-precision.

Untuk tipe data Float dan Double format query nya adalah:


FLOAT[(M,D)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
DOUBLE[(M,D)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]

Contoh pengisian data Floating Point.
lalu liat tabel yang telah dibuat.
lalu coba masukkan beberapa data.
lalu lihat isi data tersebut.
Terlihat juga bahwa perbedaan terletak pada ukuran data yang dapat masuk pada setiap tabel.

Pembuatan tabel data di database mysql

Sebelum pembuatan tabel, kita harus membuat database dulu sebagai bahan untuk pengisian tabel di dalamnya.
Saya telah membuat database dengan nama "simple", lalu kita masuk ke database tersebut.
Lalu kita mulai untuk membuat tabelnya, caranya seperti ini.
lalu lihat tabel yang sudah dibuat.
lalu lihat struktur dari tabel bahan_bangunan yang telah dibuat tadi.
Untuk menghapus tabel yang dibuat bisa menggunakan query ini.


Belajar penggunaan database mysql(MariaDB) di debian 9

Kali ini kita akan belajar tentang cara menggunakan database mysql, disini akan dijelaskan perintah-perintah dasar (query) database. Sebelumnya yang harus diperhatikan adalah penggunaan huruf besar dan kecil saat melakukan perintah, sebenarnya mysql tidak membedakan fungsi khusus penggunaan huruf besar dan kecil untuk perintah, karena disepakati huruf kecil digunakan untuk nama database, tabel dan lainya, tetapi akan sangat sulit jika ada sesuatu sehingga membuat harus berganti sistem operasi, nah ini yang akan menjadi pertimbangan ke depan. maka agar lebih mudah dalam pembacaan dan tidak menganggu ke depannya, perintah akan menggunakan huruf besar, sedangkan nama database dan tabel menggunakan huruf kecil. oke langsung saja, pertama masuk ke database mysql

#mysql -u root -p (enter)
terlihat bahwa setelah kita menambahkan perintah diatas, kita harus memasukan password untuk masuk ke database. Ketika sudah masuk akan terlihat seperti diatas tampilan kerja untuk setting database nya.

#SELECT NOW();
Digunakan untuk melihat tanggal dan waktu, yang perlu diperhatikan bahwa setelah query kita harus menambahkan ";" / "g" karena sebelum ditambahkan maka akan dianggap satu perintah.

#SELECT NOW(), USER(), VERSION();
Seperti terlihat diatas, sebelum tanda ";" / "g" maka akan dianggap masih satu perintah, diatas adalah query untuk melihat waktu, user aktif, dan versi.

#SELECT NOW(),
->USER(),
->VERSION();
Kita juga bisa menambahkan query dengan cara seperti diatas, ini akan sangat membantu jika yang akan kita tambahkan query nya sangat banyak, sehingga akan memudahkan dalam hal pembacaannya.

#SELECT NOW(), USER(), VERSION()\G
Perintah diatas digunakan untuk merubah tampilan output dari tabel ke baris.

#SHOW DATABASES;
Terlihat query tersebut digunakan untuk mengetahui database apa saja di dalam mysql.

#CREATE DATABASE (nama_database);
Query untuk membuat database baru.

#DROP DATABASE (nama_database);
Perintah untuk menghapus database.

Master Slave DNS Server Debian 9


Dns master merupakan server dns yang dapat melakukan read dan write terhadap konfigurasi dns, disisi inilah konfigurasi dns dibuat. Sedangkan Dns slave adalah dns yang hanya bisa melakukan read terhadap konfigurasi dns, sehingga ia tidak bisa merubah konfigurasi dns, dia hanya akan menerima konfigurasi dari dns master, dns ini juga difungsikan sebgai dns cadangan ketika tiba-tiba dns master down, biasanya antara dns master dan dns slave diletakan di daerah yang berbeda karena jika dalam daerah yang sama, ketika ada gangguan kedua dns tersebut pastikan akan down, dan fungsi cadangan pun tidak akan berguna lagi.
Untuk konfigurasinya sebenarnya cukup mudah, agar lebih faham, kita asumsikan menggunakan topologi berikut ini.
Terlihat bahwa ada 2 server dns yaitu Master dan Slave, dan terhubung dengan client yang satu jaringan. Diasumsikan ip address telah tersetting, seperti terlihat berikut ini.


Sekarang kita tinggal mengkonfigurasi master dns terlebih dahulu. Untuk konfigurasi DNS Master nya seperti dibawah ini.

Sama halnya dengan kofigurasi dns biasa, tetapi ada beberapa penambahan konfig, yaitu allow-transfer {192.168.1.2;}; digunakan untuk memberitahukan bahwa dns ini akan ditransfer ke alamat 192.168.1.2 yaitu alamat DNS Slave Server, kemudian copy default db.local dan db.127 menjadi sesuai konfig an di named.conf, hasilnya seperti berikut.
Lalu config db.master(db.forward) menjadi seperti dibawah ini.



Keterangan:
(www,ftp,mail,dns1,dns2) adalah sub domain yang saya buat.
(dns1.Master.co.id) adalah domain pertama saya
(dns2.Master.co.id) adalah domain kedua saya.
(Master.co.id) adalah domain utama saya.


Lalu config db.reverse menjadi seperti berikut.



Pada settingan file resolv.conf konfig seperti ini.

Keterangan:
(192.168.1.1) adalah alamat DNS Master
(192.168.1.2) adalah alamat DNS Slave
                                
Terakhir lakukan restart layanan bind9, seperti berikut.


Selanjutnya waktunya kita untuk konfigurasi di Slave DNS Server nya, untuk konfigurasi di sisi Slave sedikit lebih mudah dari Master karena kita tidak perlu setting db.forward dan db.reverse karena otomatis Slave akan meminta file tersebut dari Master, untuk meminta tersebut kita harus setting di file named.conf dengan menambahkan masters {192.168.1.1;}; disini menjelaskan bahwa kita meminta file db ke alamat 192.168.1.1 yaitu alamat DNS Master Server, seperti berikut ini.



Keterangan:
(Master {192.168.1.1;};) adalah alamat DNS Master Server
(File “/var/cache/bind/master) adalah tempat penyimpanan file db setelah dikirim dari Master DNS.

Lalu terakhir tinggal setting file resolv.conf seperti dibawah ini.


Lalu terakhir restart layanan bind9 seperti berikut.


Terakhir kita uji dengan menggunakan nslookup DNS Utama seperti berikut.

Terlihat bahwa kita telah mempunyai 2 DNS yaitu dns1.Master.co.id sebagai dns pertama dan dns2.Master.co.id sebagai backup jika dns pertama down.

Konfigurasi VOIP dengan 3 perangkat IP Phone dan juga 2 Analog Phone

Kali ini sama dengan pembahasan sebelumnya, tetapi perbedaanya hanya ditambahkan perangkat baru yaitu analog phone, untuk lebih menguasai materi ini mari kita lihat layout berikut.
Terlihat bahwa saat di switch ada 2 type yang digunakan untuk terkoneksi dengan router, ayng satu menggunakan switchport voice vlan 20 itu untuk perangkat IP Phone, yang kedua menggunakan switchport mode access vlan 20 itu digunakan untuk perangkat Analog Phone, Untuk konfigurasi pertama yaitu dibagian switch, konfigurasinya seperti berikut.

Lalu konfigurasikan router dan tambahkan ip pada interface intervlan seperti berikut, dan jangan lupa option untuk voip ditambahkan.

Lalu sekarang waktunya untuk konfigurasi menambahkan no di perangkat voip nya.
Jika sudah lalu pastikan perangkat IP Phone nya mendapatkan IP dan juga no nya.





Kemudian untuk konfigurasi di perangkat yang terhubung dengan Analog Phone nya kita harus menambahkan setingan gateway, seperti berikut ini.

Lalu kita lihat apakah Analog Phone nya telah mendapatkan no nya.




Terlihat bahwa Analog Phone sudah mendapatkan No nya, jika belum puas untuk pengujian silahkan coba untuk melakukan panggilan ke masing-masing no tersebut.